Selasa, 01 Januari 2013

SUBJUNCTIVE WITH 'AS IF/AS THOUGH'






A. Pengertian
Seperti halnya kalimat pengandaian yang lain, subjunctive with ‘as if’ atu ‘as though’ ini dugunkan untuk mengandaikan sesuatu yang berlawanan dengankenyataanya.
Namun dalam pengandaian bentuk ini, ‘as if’ atu ‘as though’, diartikan sebagai seolah-olah, tidak seperti halnya pengandaian yang lain yang mempunyai arti ’seandainya atau seumpama, atau jika.
Jadi melihat arti yang seperti itu, pangandaian bentuk ini lebih lazim digunakan untuk memisalkan sebuah perilaku seseotang, atau kondisi atau situasi alam yang tidak terjadi pada waktu itu dan diandaikan seolha-olah terjadi atau sebalikya.
Jika pada manusia diandaikan/seolah-olah dia berperilaku/bertingkah/berlagak seperti yang diterakan pada kalimat pengandaian itu, yang keadaan sebenarnya tentu bukanlah seperti itu namun justru sebaliknya, atau minimal tidak seperti yang diterakan itu.

B. Bentuk 

1) Present Simple.

Pattern/Formula/Rumus:
Subject 1+ verb 1+as if+ subject 2 +verb- 2.
Subject 1+ verb 1+as though + subject 2 +verb- 2.

Subject 1+ verb 1+as if + subject 2 +were+NV.
Subject 1+ verb 1+as though + subject 2 +were+NV

C. Examples:
AS IF: Alex behaves as if he were a rich boy.
Perumpamaan: Alex berlagak seperti seorang anak orang kaya.

FACT: Alex is not a rich boy.)
(Faktanya: Alex bukan anak orang kaya.)

AS IF: She talked as if she were a child.
Perumpamaan: Dia berbicara seperti layaknya anak-anak.
FACT: She is not a child anymore.
Faktanya: Dia sudah bukan anak-anak lagi

FACT: Andri doesn’t have a car, but…
AS THOUGH: he actes as though he had a car.
Faktanya: Andri tidak punya mobil, akan tetapi…
AS THOUGH: Andri bertingkah seperti orang yang mempunyai mobil.

Subjunctive with: “as if/as though” (2)
Subjunctive with “as if/as though” (2)



2). Past Simple (lampau)

a. Explanation
Ini digunakan untuk menyatakan pengandaian/imajinasi/harapan/lamunan pada waktu lampau/menyesali sesuatu yang telah terjadi/menyesali karena tidak terjadi, walaupun pembicara/penulis sadar betul bahwa itu semua hanya sebatas harapan hampa saja, karena memang hal itu tidak terjadi pada waktu lampau, seperti yang diharapkan itu, hanya mengandaikan saja.
Untuk menyatakan hal yang telah terjadi pada waktu PAST SIMPLE/LAMPAU, yang jika dalam kalimat biasa/nyata digunakan VERB-2; seperti DID dan teman-temannya (ENJOYED, STUDIED, VISITED, WENT, dan SAW), maka dalam kalimat SUBJUNCTIVE-nya atau ‘IS IF/AS THOUGH’-nya ini dipakailah bentuk PAST PERFECT; yaitu ‘HAD DONEe’ dan teman-tamannya {HAD ENJOYED, HAD STUDIED, HAD VISITED, HAD GONE, dan HAD SEEN) di depan SUBJECT-2, atau sesudah kata ‘AS IF/AS THOUGH’.
Untuk to be; (WAS/WERE+NV=Non Verb/bukan kata kerja) pada waktu LAMPAU, pada kalimat SENYATANYA, maka pada kalimat SUBJUNCTIVE/ AS IF/AS THOUGH digunakanlah bentuk LEBIH LAMPAU/PAST PERFECT, aitu: HAD BEEN+NV=Non Verb.

2). Past Simple
Subject 1+ verb2 + as if+ subject 2 + had verb- 3.
Subject 1+ verb2 + as if+ subject 2 + had been NV.

Subject 1+ verb2 + as though + subject 2 + had +verb- 3.
Subject 1+ verb2 + as though + subject 2 + had +been+NV

Examples:
FACT: John is not a monster.)
Faktanya: John bukan sebuah monster.)

AS THOGH: John screamed loudly as though he had been a monster.
John berteriak dengan keras seperti sebuah monster.

FACT: I wasn't run over by a ten-ton truck.
Faktanya: Saya tidak sedang dikejar oleh sebuah truk seberat sepuluh ton.
AS IF: I feel terrible. I fell as if I had been run over by a ten-ton truck.
AS IF: Saya merasa sangat was-was/khawatir/takut. Saya merasa seolah-oleh sedang dikejar oleh sebuah truk seberat sepuluh ton.